Transistor sebagai penguat

Transistor sebagai penguat merupakan salah satu fungsi dari sekian banyaknya fungsi transistor, selain dari digunakannya transistor sebagai saklar juga tentunya.  Saat ini keberadaan transistor dalam sebuah perangkat elektronika merupakan suatu keharusan, Misalnya Tone Control, Amplifier (Penguat Akhir), Pre-Amp dan rangkaian lainnya.

Transistor dapat membuat sinyal masukan menjadi besar pada keluaran, arus yang dapat dikuatkan bisa brupa arus DC maupun arus AC. Pada prinsispnya untuk penggunaan transistor sebagai penguat adalah “Arus kecil pada basis digunakan untuk mengontrol arus yang lebih besar yang diberikan ke Kolektor melewati transistor tersebut.”

Ini berarti bahwa ketika arus basis berubah maka penguatan terjadi dan arus lebih besar akan mengalir dari kolektor ke emitor, kondisi inilah yang bisa dikatakan sebagai penguatan menggunakan transistor.

Transistor sebagai penguat tegangan Transistor sebagai penguat

Tidak hanya dapat menguatkan sinyal, transistor juga bisa digunakan sebagai penguat arus, penguat tegangan ataupun penguat daya. Berikut merupakan sebuah ilustrasi rangkaian transistor sebagai penguat yang biasa digunakan pada amplifier sederhana :

Transistor sebagai penguat Transistor sebagai penguat

Masih ingat dengan prinsip pada transistor sebagai saklar ?? , dimana kondisi transistor dalam keadaan jenuh /arus basis yang dialirkan cukup besar sehingga kolektor dan emitor diibaratkan seperti kabel yang terhubung, sedangkan pada saat kondisi cut off, kolektor dan emitor bisa diibaratkan sebagai sebuah saklar yang antara kolektor dan emitor nya memiliki hambatan yang sangat besar, nah pada penggunaan transistor sebagai penguat “tidak” berada pada kondisi keduanya. Atau bisa dikatakan bahwa basis transistor berada di kondisi antara cut-off dan jenuh.

Selain itu supaya transistor ini bisa bekerja dengan optimal maka titik kerja penguat dengan transistor juga harus ditentukan, terdapat beberapa jenis penguat yang ditentukan oleh garis beban AC / DC :
– Penguat kelas A, pada penguat tipe ini titik kerjanya sekitar  berada ditengah-tengah garis beban.
– Penguat kelas B  memiliki titik kerja di daerah cut off.
– Penguat kelas C bekerja dibawah daerah cut off.
– Penguat kelas AB merupakan tipe penguat yang merupakan gabungan antara kelas A dan kelas B yang bekerja secara bergantian dengan tipe transistor PNP dan NPN.

Untuk jenis jenis penguat ini akan saya jelaskan lebih rinci di lain waktu :), namun sebelumnya kita harus mengerti terlebih dahulu dengan prinsip kerja yang saya jelaskan tentang transistor sebagai penguat, semoga bermanfaat icon wink Transistor sebagai penguat

Artikel Berhubungan :

transistor sebagai penguat,fungsi transistor sebagai penguat,rangkaian transistor sebagai penguat daya,cara kerja transistor sebagai penguat arus,transistor sbg penguat